<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Negara Kepulauan on Kebijakan Perubahan Iklim Dunia</title><link>https://kebijakaniklim.com/tags/negara-kepulauan/</link><description>Recent content in Negara Kepulauan on Kebijakan Perubahan Iklim Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Sat, 24 Jan 2026 14:30:00 +0000</lastBuildDate><atom:link href="https://kebijakaniklim.com/tags/negara-kepulauan/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Diplomasi Loss and Damage: Perjuangan Keadilan Iklim bagi Eksistensi Negara Kepulauan Kecil</title><link>https://kebijakaniklim.com/posts/diplomasi-loss-and-damage-kepulauan/</link><pubDate>Sat, 24 Jan 2026 14:30:00 +0000</pubDate><guid>https://kebijakaniklim.com/posts/diplomasi-loss-and-damage-kepulauan/</guid><description>&lt;p&gt;Krisis iklim bukan lagi sekadar ancaman masa depan bagi negara-negara kepulauan kecil (Small Island Developing States/SIDS); ia adalah realitas eksistensial yang menghantam hari ini. Di tengah retorika global mengenai pengurangan emisi, muncul satu pilar krusial dalam negosiasi iklim internasional yang dikenal sebagai &lt;em&gt;Loss and Damage&lt;/em&gt; (Kerugian dan Kerusakan). Diplomasi ini bukan sekadar meminta bantuan finansial, melainkan sebuah tuntutan atas keadilan bagi negara-negara yang memberikan kontribusi emisi karbon paling sedikit namun memikul beban kehancuran paling berat akibat kenaikan permukaan air laut dan cuaca ekstrem.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>