<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Geotermal on Kebijakan Perubahan Iklim Dunia</title><link>https://kebijakaniklim.com/tags/geotermal/</link><description>Recent content in Geotermal on Kebijakan Perubahan Iklim Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Sat, 25 Oct 2025 12:15:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://kebijakaniklim.com/tags/geotermal/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Energi Geotermal Indonesia: Raksasa Tidur di Tengah Transisi Hijau</title><link>https://kebijakaniklim.com/posts/energi-geotermal-indonesia/</link><pubDate>Sat, 25 Oct 2025 12:15:00 +0700</pubDate><guid>https://kebijakaniklim.com/posts/energi-geotermal-indonesia/</guid><description>&lt;p&gt;Indonesia dikenal sebagai salah satu negara dengan potensi energi panas bumi terbesar di dunia. Dengan posisi geografis yang berada di cincin api Pasifik, negeri ini menyimpan &lt;strong&gt;lebih dari 23.000 megawatt (MW)&lt;/strong&gt; sumber daya geotermal — setara dengan sekitar &lt;strong&gt;40% potensi panas bumi dunia&lt;/strong&gt;. Namun ironisnya, hingga saat ini baru sekitar &lt;strong&gt;10% dari total potensi tersebut&lt;/strong&gt; yang berhasil dimanfaatkan untuk pembangkitan listrik.&lt;/p&gt;
&lt;p&gt;Di tengah meningkatnya tekanan global untuk beralih ke energi bersih dan komitmen Indonesia terhadap target &lt;strong&gt;Net Zero Emission 2060&lt;/strong&gt;, energi geotermal muncul sebagai solusi strategis yang tidak hanya ramah lingkungan, tetapi juga stabil, berkelanjutan, dan mampu mendukung keamanan energi nasional.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>