<?xml version="1.0" encoding="utf-8" standalone="yes"?><rss version="2.0" xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"><channel><title>Carbon Capture on Kebijakan Perubahan Iklim Dunia</title><link>https://kebijakaniklim.com/tags/carbon-capture/</link><description>Recent content in Carbon Capture on Kebijakan Perubahan Iklim Dunia</description><generator>Hugo</generator><language>id-ID</language><lastBuildDate>Fri, 24 Oct 2025 09:30:00 +0700</lastBuildDate><atom:link href="https://kebijakaniklim.com/tags/carbon-capture/index.xml" rel="self" type="application/rss+xml"/><item><title>Teknologi Karbon Negatif: Menangkap Emisi dari Atmosfer</title><link>https://kebijakaniklim.com/posts/teknologi-karbon-negatif/</link><pubDate>Fri, 24 Oct 2025 09:30:00 +0700</pubDate><guid>https://kebijakaniklim.com/posts/teknologi-karbon-negatif/</guid><description>&lt;p&gt;Dalam perjuangan global melawan perubahan iklim, mengurangi emisi gas rumah kaca saja tidak lagi cukup. Konsentrasi karbon dioksida (CO₂) di atmosfer telah mencapai titik kritis, melebihi &lt;strong&gt;420 bagian per juta (ppm)&lt;/strong&gt; — angka tertinggi dalam sejarah manusia. Untuk mencapai target &lt;strong&gt;Net Zero Emission (NZE)&lt;/strong&gt;, dunia perlu tidak hanya menghentikan emisi baru, tetapi juga &lt;strong&gt;menghilangkan karbon yang sudah ada di atmosfer&lt;/strong&gt;. Inilah yang melahirkan konsep &lt;strong&gt;teknologi karbon negatif&lt;/strong&gt; — serangkaian inovasi yang dirancang untuk menangkap, menyimpan, atau memanfaatkan CO₂ secara permanen.&lt;/p&gt;</description></item></channel></rss>